Tampilkan postingan dengan label opiniku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label opiniku. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Juni 2008

Beda tipis antara kebenaran dan penipuan.

Suatu saat aku bener-bener mentok gak tau harus berbuat apa-apa. Mau ngeblog, males mungkin terlalu capek di luaran tadi. Walau begitu aku tetep sempatin melototin komputer, awalnya nge-game ½ jam. Game-nya moto-gp3 dikasih pinjem ‘ma temen. Trus buka-buka folder (walaupun di komputer sendiri, entah kenapa aku tetep seneng buka-buka folderku sendiri). Yang namanya komputer konek internet, jelas bikin aku makin nggak kuat nahan untuk ‘surfing’. Akhirnya ngenet dah…

Trus buka-buka situs. First (bagiku) pasti buka google. Mereka-reka kata kunci apa ya yang kira-kira asik? Trus aku ketikkan kata kunci “cari uang lewat internet”. Saya yakin mayoritas orang ngenet pasti meraba-raba gimana caranya cari uang lewat internet. Apa bener sih bisa menghasilkan?

Masuklah aku ke suatu link yang direferensikan oleh google atas kata kunci yang telah aku tulis tersebut.

1. Linknya ternyata menuju ke www.---b--.com. (Sengaja aku samarkan ya..). Di situs itu ditulis tentang bagaimana cari uang lewat internet. Sejenak aku berfikir, coba aku cermatin alur ceritanya sampai selesai. Dan aku berkesimpulan. Menarik dan kayaknya bisa dicoba.
Ceritanya seperti ini. Si empunya situs tersebut, mengajak untuk bermain suatu game di Internet, tepatnya jenis game koin, pembayarannya lewat e-gold. Disana dia (pemilik situs) menjelaskan bahwa apabila kita mengikuti game tersebut dengan suatu trik tertentu, maka anda bisa menang puluhan hingga ratusan dolar setiap harinya.

Mari kita telaah :
- Lho, kalo kita menang setiap hari apa nggak rugi tuh yang punya gawe?
- Trik yang dijelaskan tersebut, sebenarnya adalah memang begitulah cara bermainnya. jadi itu bukan trik.
- Si yang empunya gawe (pemilik situs-situs game itu) pasti melibatkan programmer yang joss. Kalo perlu mereka menyewa programmer handal untuk membangun situs tersebut.
- Cari uang besar itu tidak semudah membalik telapak tangan. Sebagai gambaran : untuk membuat satu situs web dari suatu instansi tertentu yang imbal jasanya antara 50- jutaan itu saja loh, memerlukan waktu sekitar 6 bulan. Melibatkan banyak orang, dan berbagai pengorbanan-pengorbahan yang lain (du’ileeeh..). Jadi jangan percaya dengan bermain game sehari bisa dapat +/- 1 juta-an. IMPOSSIBLE bro!!

2. Surfing lagi ternyata nemuin software yang katanya bisa membajak kartu kredit dan rekening bank. Jangan percaya sodara-sodaraku ! (he..he..). Itu adalah penipuan. Sebelum anda kehilangan uang anda (yang telah ditransferkan) sebaiknya jangan lakukan. Jadi hacker nggak gampang, tapi kalopun dikehendaki pengen jadi hacker juga, belilah buku-buku tentang hacker. Pelajari setahun dua tahun maka… bisa saja anda berhasil jadi hacker. Tapi sebaiknya jangan ya… :)

3. Surfing lagi… nemuin infestasi sekian rupiah, akan dikembalikan sebesar 10 persen secara terus-menerus. Mungkin saja dikembalikan 10 persen nya itu benar, tetapi yang ‘terus-menerus’ itunyalah yang harus disikapi secara hati-hati.

4. Dan banyak lagi…


Cara menyikapi :

Apabila anda menemukan suatu informasi dari Internet dan Anda sendiri tidak yakin dengan kebenarannya maka :
1. Tanyakan kepada teman-teman anda yang ahli di bidang tersebut. Intinya komunikasikan hal-hal baru yang anda terima. Tapi kalau bisa upayakan ke orang yang mengerti tentang masalah itu.
2. Cari forum diskusi tentang komentar dari suatu masalah itu. Semakin banyak pihak yang meng-iya-kan maka semakin besar prosentase kebenaran informasi tersebut.
3. Pikirkan-analisis-dan putuskan sendiri. Kadang walaupun suatu informasi itu benar, maka belum tentu cocok buat kita. Hal yang paling bijak yang dapat kita lakukan adalah pertimbangkan terhadap situasi dan kondisi diri kita sekarang.

Bukankah begitu ???????

Jumat, 30 Mei 2008

Cinta pertama

everyone can see
there’s a change in me
they all say I am not the same
kids I use to be

don’t go out and play
I just dream away
they don’t know what’s wrong with me
and I to shy to say

It’s my first love
what I am dreami’n of
when I go to bed
when I lay my head upon my pillow
don’t know what to do

my first love
things that I am to young
she doesn’t even know
will that I could show her what I am feelin’
‘cause I am feelin’ my first love

Tentunya sebagian dari kita tahu tentang lagu ini. Lagu yang dibawain Rica Costa ini mengingatkan saya pada waktu masih anak-anak dulu. Ah.. lucunya kalo ngingetin itu lagi. Suatu saat ada keponakan yang curhat ke saya tentang cinta pertamanya. Sebenarnya pingin ketawa ngedengerinnya, tapi kalo ingat waktu aku kecil, jadi aku putuskan untuk menyimaknya baik-baik. Katanya nama co’ nya Angga, dia ganteng lah, jago basket lah, pinter lah… halah, aku kuat-kuatin ngedengerin aja sampe selesai.
Sorri, sebelumnya saya coba definisikan cinta pertama : yang dimaksud disini adalah cinta pertama yang benar-benar pertama (mungkin bisa dikatakan cinta monyet). Perlu saya jelaskan karena ada sebagian orang yang menganggap cinta monyet tidak masuk hitungan, artinya cinta pertama adalah cinta saat kita benar-benar dewasa. Bagi sebagian orang, mungkin cinta pertama tidak berkesan sama sekali, tetapi bagi saya sangat berkesan karena kalo saya mengingatnya sekarang ini terasa lucu dan gokil abis.. Pasti akan beda-beda dari setiap orang saat mengalami cinta pertamanya, mulai dari level malu-malu sampai taraf “malu-maluin”. Tapi esensinya tetap saja bahwa cinta pertama tuh mengajarkan kita dalam menjalin cinta-cinta selanjutnya. Bagaimana dengan kamu ???

Kebiasaan gonta-ganti pacar

Masa remaja / masa muda adalah masa paling indah jadi nikmatilah selagi masih muda. Kalo dah tua, gak kuat lagi ntar.. he..he.. Bagi yang mempunyai “modal lebih” dalam mencari pacar, sebaiknya kesempatan tersebut dimanfaatkan sebaik-baiknya. Dalam komunitas anak muda, seorang yang cepat mendapatkan pacar ataupun yang sering mendapatkan pacar baru sering dicap sebagai “playboy”, begitulah sebutannya di era 80-an. Kalau menurut saya (penulis), bukan lagi playboy tapi diistilahkan dengan “sehat”. Lantas apa hubungan gonta-ganti pacar dengan istilah “sehat” tersebut ?? Sepintas penulis mengamati perbedaan orang-orang yang berpacar tetap (pacarnya itu-itu…… saja) dengan yang sering bergonta-ganti pacar. Hasil dari wawancara dengan mereka dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Lebih “berkeringat”. Tentu saja. Orang yang sering berganti pacar harus melakukan banyak penyesuaian baru. Masing-masing orang memiliki style yang berbeda-beda. Kadang saat usia hubungan belum terlalu lama mereka sering salah menilai/menduga tentang pasangannya sehingga acapkali menimbulkan keringat di kepala. Belum lagi kalo pasangan barunya lebih agresif, suka ngajak jogging misalnya, atau ngajak beraktivitas lain yang menimbulkan berkeringat lebih banyak (apakah itu ???. jawab aja fitness).
2. Lebih dag-dig-dug-serrr. Berhubungan dengan orang baru tentu menimbulkan fantasi yang lain daripada berhubungan dengan orang yang itu-itu saja. Misalnya : Si pacar ngajak kita kenalan ma ortunya. Seru kan, padahal baru aja sebulan kenalan. Pada beberapa orang, hal ini menimbulkan suatu kenikmatan yang lain daripada yang datar-datar saja.
3. Lebih agresif dan dinamis. Rata-rata orang yang senang gonta-ganti pacar, hidupnya lebih agresif. Mereka suka mencari tantangan baru atau hal baru yang lain. Daripada yang jarang berganti pacar, penggemar gonta-ganti pasangan hidupnya lebih dinamis. Mereka sering melakukan satu aktifitas tetapi dengan sudut pandang ataupun cara yang berbeda-beda. Selalu ada ide-ide baru yang muncul.
4. Lebih labil (tidak stabil). Dalam iklan rokok di televisi, “gonta-ganti pacar=gonta-ganti istri”. Jawabnya memang belum tentu. Bisa saja saat sudah berumah tangga jadi insaf karena telah menemukan pasangan yang tepat dari sekian banyak pembanding. Namun hati-hati bagi mereka yang memang sangat “menikmati” pola hubungan yang berganti-ganti, bisa bisa istri dianggap layaknya pacar, bisa dengan mudah dicerai, kalo ingin lagi ya rujuk aja.. Jangan seperti itu.

Semoga bagi mereka yang senang ataupun tidak senang bergonta-ganti pacar sebaiknya selalu melihat dari kacamata positif saja. Sebab apabila salah dalam menentukan sudut pandang, bisa-bisa hal ini dapat menjadi nikmat, mengumbar syahwat dan akhirnya kiamat… Sekian.

Rabu, 28 Mei 2008

BBM naik kesulitan hidup ikut naik

Senang sebenarnya menyadari bahwa dengan mengurangi subsidi BBM, anggaran belanja negara bisa lebih dihemat sehingga bisa digunakan untuk “belanja” yang lain. Sayangnya BBM itu hal yang vital. Naiknya BBM menyebabkan yang lain ikut-ikutan naik. Lalu kita berfikir, kalau begitu kenapa Bapak Presiden melakukan langkah ini, yang notabene beliau tuh pastinya orang pinter, jelas tahu dan bisa menganalisa apa yang akan terjadi dari pengambilan keputusan suatu kebijakan, lalu kenapa masih bersikeras merealisasikan kebijakan pengurangan subsidi BBM ini??

Sepertinya ada yang salah dari era kepemimpinan negara kita kali ini. Penulis yakin kesalahan bukan berasal dari SDM para pemimpin-pemimpin kita. Pemimpin kita tuh, adalah orang-orang “top” di bidangnya masing-masing. Masalah moral juga wajar-wajar saja. Karena bisa dibayangkan apabila suatu saat kita duduk di “kursi panas” maka kemungkinan besar kita nggak bakalan ngomong masalah moral lagi. Trus masalahnya apaan dul!!.

Kita masih ingat jaman era kepemimpinan Bung Karno, Pak Harto, dan presiden-presiden pendahulu. Kalo saya boleh ber-opini, mari kita kupas satu-persatu era kepemimpinan beliau-beliau tersebut.

Era kepemimpinan Bung Karno.
Selepas dari penjajahan Belanda, terjadi euforia pada pemuda-pemuda Indonesia. Pada saat itu, seluruh pemuda Indonesia Indonesia mempunyai faham ideologi dan nasionalisme yang (sangat) tinggi sekali. Dalam pengambilan kebijakanpun, Presiden menggunakan faham nasionalisme yang membara, sampai-sampai tidak ada yang berbau bangsa asing di segala sektor. Mulai dari pinjaman dari bangsa lain, sampai investor asing tidak boleh berada di Indonesia. Sehingga yang terjadi adalah pertumbuhan ekonomi yang lambat tapi pasti. Kadang tumbuh kadang mungkret he..he.. Sisi baiknya adalah kita saat itu jadi bangsa yang mandiri.

Era kepemimpinan Pak Harto.
Era kepemimpinan mantan Presiden kita yang satu ini mengutamakan kesejahteraan rakyat. Cara apapun ditempuh pokoknya rakyat sejahtera. Sektor yang diutamakan pada waktu itu adalah pertanian karena negara kita negara agraris, banyak penduduk yang bercocok tanam. Plus sarana dan prasarana serta kebijakan yang menunjang dilakukan. Pak presiden waktu itu juga juga menarik investor asing masuk ke Indonesia sebanyak-banyaknya. Kunci era kepemimpinan ini adalah : apabila negara kita ingin dipenuhi oleh investor asing maka stabilitas keamanan harus mantab. Nah, dalam menegakkan stabilitas keamanan ini, diperkuatlah satuan-satuan pengamanan negara. Saking inginnya menegakkan stabilitas keamanan, terkadang kebablasan. Masih ingat di benak kita, pernah ada semboyan, “Jangan terlalu vokal, besok pagi bisa hilang kamu !”. Sisi baiknya pertumbuhan ekonomi sangat cepat, walaupun utangnya banyak.

Era kepemimpinan Pasca Soekarno dan Soeharto.
Pemimpin kita sekarang ini sebenarnya bingung mau berbuat apa ?? Mau mengusung model kepemimpinan Pak Karno tidak mungkin karena masyarakat semakin kompleks. Mengadopsi model kepemimpinan Pak Harto terbentur HAM. Yang terjadi ya seperti sekarang ini. Kerusuhan dimana-mana, keamanan mengkhawatirkan. Sementara kebutuhan rakyat tidak dapat ditunda. Hasilnya ya… seperti ini. Para pemimpin kita memaksakan suatu kebijakan kepada rakyatnya karena tidak ada yang lebih baik yang bisa dilakukan. Sebenarnya saya yakin hal itu tidak ingin dilakukan, namun bagaimana lagi ?. Ditambah lagi pengeluaran negara yang cukup besar akhir-akhir ini untuk memperbaiki sarana dan prasarana yang rusak oleh banyaknya bencana alam.

Hal yang dapat kita lakukan adalah berdoa. Jadikan diri kita masing-masing lebih baik agar tidak membebani negara. Apabila mampu, bantulah orang-orang yang kesulitan disekitar kita. Mari kita bantu-membantu untuk Indonesia yang lebih baik.